Tuhan adalah Penolong Orang Benar
I. Pengantar
Mazmur pasal 37 ini membahas mengenai kemakmuran yang nyata terjadi bagi orang jahat. Orang-orang beriman merasa bingung bahwa orang jahat tampak makmur meskipun pengajaran alkitabiah menunjukkan bahwa tidak seharusnya demikian (Ayub 4:7-8;; Mzm 5:4-6; Amsal 10:16). Perikop ini juga sama seperti pada Pasal 73 dimana pemazmur juga bergulat dengan topik teodisi (keadilan Allah) antara orang yang jahat dan tulus hatinya. Seorang guru yang sudah tua dan berpengalaman (ay. 25) menyaksikan dan menasihatkan janji ini untuk membangun kepercayaan dan keyakinan yang lebih besar kepada Tuhan bagi orang percaya yang menjaga iman mereka. Pemazmur memproyeksikan pandangan sejarah yang panjang, dan orang yang benar akan menang. Oleh sebab itu, orang benar tidak perlu resah dalam iri hati atau takut pada orang jahat sebab Tuhan yang akan menjadi penolong kita. Oleh karena itulah, teologi dari perikop ini yaitu Tuhan adalah penolong orang benar.
1.
II. Penjelasan Nas
Pada
ayat 34, kita diawali dengan kalimat “nantikanlah Tuhan dan tetap ikuti
jalan-Nya”. Hal ini mendorong kita untuk bertanya apakah petunjuk-petunjuk yang
dikatakan oleh pemazmur mengenai “tetap ikuti jalan Tuhan” sesuai dengan apa
yang tertulis dalam pasal 37 ini? Petunjuk-petunjuk untuk tetap mengikuti jalan
Tuhan yaitu: dengan percaya dan berkomitmen (ay. 3), berharap (ay. 5) dan
menunggu (ay. 34). Allah akan melakukan keadilannya, orang benar akan mewarisi
tanah, namun orang fasik akan menerima semua kekayaan yang bersifat sementara
dan hilang dalam sekejap. Hal ini merupakan kebenaran sebab pemazmur melihatnya
sendiri dan saat ia mencari orang berdosa, tidak ditemukannya sebab sudah
lenyap. Tidak ada masa depan bagi orang fasik, sebab masa depannya begitu suram
dan akan dilenyapkan hingga harapan pun akan hilang, tetapi bagi orang yang
takut akan Tuhan masa depan sungguh ada, dan harapan tidak akan hilang (bnd.
Ams 23:17-18). Kata masa depan memiliki pengertian kesehatan, kedamaian, dan
juga diartikan sebagai anak cucu sesuai dengan janji yang diberikan oleh Allah
(bnd. Yer 31:17) hingga kepada puncaknya orang yang mengikuti jalan Tuhan akan
memperoleh keselamatan sedangkan yang bertahan di dalam kecongkakan akan menuju
kehancuran. Allah tidak akan mempermalukan umat-Nya di depan orang yang berbuat
jahat kepadanya namun Tuhan membantu umat-Nya dan membebaskan mereka sesuai
dengan waktu yang tepat (ay. 19).
Perikop
ini sangatlah mudah untuk dipahami, sebab mazmur ini merupakan mazmur
pengajaran. Oleh sebab itu, pengajaran pada hari ini bahwa pemeliharaan Tuhan
akan terlaksana bagi umat yang tetap di jalan-Nya. Bertekun dalam iman adalah
suatu poin penting dalam menikmati berkat-berkat Tuhan. Jika tanpa melalui iman
maka kekhawatiran akan senantiasa melingkupi kita. Iman bukanlah soal perkataan
belaka, namun berbicara tentang perbuatan. Tunjukkan iman dengan menjalani
kehidupan yang bijaksana. Penting untuk diingat, bahwa orang yang hidup dengan
iman dan mencari Tuhan dalam kehidupannya tidak akan khawatir tentang
ketidakadilan yang terjadi di dunia ini, tetapi justru akan bersukacita dalam
berkat-berkat Tuhan. Rasul Paulus menginstruksikan kita untuk mengikuti
teladannya dan mendesak dalam iman kita untuk berpegang pada apa yang telah
kita terima dan mengharuskan kita untuk bersukacita daripada menjadi cemas
sehingga damai sejahtera Allah akan memelihara hati dan pikiran kita (bnd. Flp.
4: 4-7).
2.
III. Aplikasi
Orang
percaya seharusnya tidak pernah membuang sedetik pun dengan menjelek-jelekkan
musuhnya, atau kuatir dengan apa yang terjadi dalam hidupnya. Namun, seharusnya
orang percaya memandang dengan mata iman dan tidak iri kepada orang jahat atas
kemakmuran mereka yang berlangsung hanya sementara. Mereka yang menjadikan
Allah sebagai kesukaan hatinya akan dipuaskan sepenuhnya di dalam Tuhan.
Bertekunlah dalam iman, bersabarlah, dan bersukacitalah, karena Tuhan membawa
keselamatan dan perdamaian bagi kita umat-Nya.
Komentar
Posting Komentar